Hindari 5 hal ini jika tak ingin rumah Anda sulit dijual

Menjual rumah nyatanya tidak semudah yang dibayangkan. Mengiklankan rumah di situs jual-beli rumah atau memasang spanduk bertuliskan Jual Rumah Murah, nyatanya tak membuat Anda bisa mudah menjual rumah.

Masih banyak kekeliruan hingga kesalahan yang sering dilakukan oleh banyak masyarakat saat akan menjual rumah miliknya. Bahkan ketika sudah melakukan banyak cara sekali pun.

Mulai dari menyebarkan informasinya melalui kerabat, hingga memasang iklan rumah yang akan dijual di berbagai macam situs online sekalipun.



Lalu, apa saja kesalahan-kesalahan yang kerap terjadi saat kita akan menjual rumah? Berikut beberapa kesalahan yang harus kita waspadai saat menjual rumah, seperti dikutip Cekaja.

Menetapkan harga rumah tanpa pertimbangan bijak

Harga sebuah rumah yang akan dijual masih menjadi masalah yang sensitif bagi masyarakat Indonesia. Kemampuan membeli rumah dengan harga yang sangat mahal masih menjadi pertimbangan masyarakat.

Seringkali kesalahan yang dilakukan oleh masyarakat saat memasang iklan menjual rumah adalah menawarkannya dengan harga yang tidak masuk akal. Harga ini pun tentunya berpengaruh pada beberapa faktor.

Hal pertama adalah tentang lokasi rumah yang akan dijual. Jika ingin menjual rumah dengan harga yang tinggi, namun lokasinya berada di pinggiran kota, tentunya akan membuat banyak masyarakat untuk berpaling ke rumah yang harganya lebih murah.

Contoh berikutnya adalah faktor luas tanah dan luas bangunan. Luas ini biasanya akan menjadi pertimbangan calon pembeli untuk membeli rumah.

Jika kita ingin menjual rumah yang luas bangunan dan tanah yang kecil, namun mematok harga yang mahal, calon pembeli pastinya akan berpikir dua kali untuk membeli rumah tersebut. Selain itu, sebaiknya kita juga harus fleksibel jika bicara tentang harga rumah yang akan dijual.

Agar tidak sepi peminat, maka tawar menawar pun pastinya wajib kita siapkan. Jangan terlalu ngotot dengan harga yang kita tawarkan pada calon pembeli. Jika terus dipaksakan, maka tidak akan ada yang tertarik dengan rumah yang akan kita jual.

Agar hal ini tidak terjadi pada kita yang sedang berencana untuk menjual, rumah perhatikan selalu harga pasaran sebuah rumah. Misalnya, jika kita memiliki rumah yang berada di kota Bekasi, pastikan untuk tidak menempatkan harga jual seperti di Jakarta.

Menjual dengan kondisi fisik rumah yang berantakan

Kesalahan berikutnya setelah menjual rumah dengan harga yang tidak masuk akal adalah dengan mengabaikan kondisi fisik dari rumah itu sendiri. Artinya ketika kita berencana akan menjual rumah tidak memerhatikan kesiapan fisik dari rumah tersebut. Misalnya, bagaimana kondisi listrik, dan air yang disediakan untuk rumah.

Hal ini masih ditambah dengan sistem saluran pembuangannya tidak bekerja dengan baik. Kondisi dinding, atap rumah, hingga ilalang dan debu-debu yang masih berserakan di sekitar taman serta bagian kaca rumah menandakan bahwa kondisi fisik rumah belum layak untuk dijual.

Hal-hal seperti ini akan membuat calon pembeli berpikir dua kali untuk membeli rumah yang dijual. Sebanyak apa pun kita memasang iklan rumah dijual atau menawarkannya kepada kerabat terdekat, mereka akan berpikir dua kali untuk membeli rumah ini.

Lokasi rumah tidak didukung fasilitas umum

Kesalahan penjualan rumah berikutnya adalah menjual tempat tinggal yang lokasinya tidak strategis. Sebagai contoh, lokasi ini berada di tempat-tempat yang lokasinya di gang sempit, jauh dari fasilitas-fasilitas umum seperti rumah sakit, sekolah, hingga minimarket.

Jika ini terjadi, biasanya banyak calon pembeli yang mulai mengurungkan niatnya untuk membeli rumah dengan lokasi yang tidak strategis ini. Namun, akan berbeda jika lokasi rumah yang dijual berada dekat dengan fasilitas-fasilitas umum.

Jika perlu, ketika kita memasang iklan ‘Rumah Dijual’ jelaskan secara detil tentang fasilitas-fasilitas umum yang berada di sekitarnya.

Tidak memasang harga kotor

Selain harga yang mahal, masih ada istilah harga kotor yang sering dilakukan oleh si penjual rumah.

Harga kotor yang dimaksud tentu saja bukan harga yang sengaja dinaikkan karena banyak masyarakat yang sedang mencari rumah. Namun, istilah ini merupakan harga yang sudah dihitung berdasarkan biaya-biaya administrasi saat proses jual-beli berlangsung.

Saat akan menjual rumah tentunya kita perlu mengurus biaya-biaya administrasi saat proses jual beli akan dilangsungkan. Misalnya saja, ketika akan menjual rumah sebaiknya menggunakan jasa notaris agar secara hukum tidak ada kesalahan-kesalahan yang merugikan di masa yang akan datang.

Nah, selain biaya jasa notaris, masih terdapat biaya-biaya lainnya yang cukup banyak. Sebagai contoh Biaya Akta Jual Beli (AJB), balik nama sertifikat, validasi pajak dan mungkin saja ada biaya tambahan sesuai kesepakatan kita dengan pihak notaris.

Biaya ini masih akan bertambah lagi dengan dengan Pajak Bumi dan Bangunan, dan Pajak Penghasilan. Nilai semua biaya-biaya ini jika ditotal secara keseluruhan cukup tinggi. Oleh karena itu, perlunya untuk menetapkan harga rumah yang setidaknya sudah diperhitungkan dengan tambahan biaya-biaya administrasi ini.

Dengan catatan, saat memasang iklan rumah dijual nanti, kita menyebut bahwa harga rumah sudah termasuk biaya-biaya administrasi dalam proses pembelian. Calon pembeli pun pasti mengerti dengan kondisi ini, dan tentunya akan lebih mudah bagi mereka, karena tidak perlu lagi mengurus biaya-biaya ini ketika proses negosiasi jual-beli sedang berlangsung.

Tidak percaya dengan notaris

Kesalahan berikutnya yang bisa dihindari adalah mengurus semua penjualan rumah secara mandiri. Artinya kita tidak bekerjasama dengan notaris untuk mengurus surat-surat yang berkaitan dengan legalitas penjualan rumah.

Apalagi jika menjual rumah biasanya sangat erat kaitannya dengan legalitas penjualan. Sayangnya masih banyak masyarakat yang hanya memikirkan rumah tersebut terjual secara cepat, tanpa mempertimbangkan aspek legalitasnya.

Oleh karena itu, hindari untuk mengurus semuanya secara sendiri. Percayakan dan berkonsultasi dengan notaris adalah langkah tepat sebelum menjual rumah.

Selain itu, menjual rumah dengan bekerja sama melalui agen-agen properti merupakan salah satu cara yang cukup sering dilakukan untuk menjual rumah. Namun jangan salah langkah dalam memilih agen properti.

Pilihlah agen-agen properti yang memang sudah memiliki reputasi yang baik. Jika salah dalam memilih agen, atau kebetulan bertemu dengan agen yang nakal bisa-bisa penjual rumah justru mengalami kerugian.

 

Sumber : merdeka.com


Hubungi kami via WhatsApp!



Ingin melihat property diatas?:

  1. Silahkan Hub kami di 0819 04173 139, mohon untuk tidak mendadak, Call/WA untuk bikin janji survey lokasi
  2. Pembeli tidak kami bebankan biaya / komisi apapun untuk jasa kami
  3. Kami Membantu proses negosiasi antara penjual dan pembeli
  4. Kami Membantu merekomendasikan Bank untuk pembiayaan jika diperlukan
  5. Kami Membantu merekomendasikan Notaris jika diperlukan
  6. Dilarang mengiklankan content, data dan gambar kami untuk kepentingan pribadi
  7. Untuk co-broking dari listing kami, kami sediakan referal fee sebesar 1%

Kontak Info :


Dibaca 4 kali